Forkopimcam Benjeng Bersinergi Dengan Berbagai perguruan Pencak Silat Dalam Upaya Menjaga Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban Jelang 1 syuro

Mitra KSR // Gresik--Pemerintah Kecamatan Benjeng bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) memperkuat sinergi dengan berbagai perguruan pencak silat dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan bertema “Sinergitas Forkopimcam dan Pemerintahan Desa dalam Mewujudkan Ketentraman dan Ketertiban Umum di Wilayah Kecamatan Benjeng” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Benjeng, Kamis (11/6/2026).


Kegiatan yang dipandu oleh Kasi Trantib Kecamatan Benjeng, Usnan, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Camat Benjeng, Nurul Fuad. Sementara jalannya diskusi dan dialog dipandu oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Benjeng, Sudarmanto, yang sekaligus memaparkan gambaran umum kondisi wilayah serta sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama.


Hadir sebagai narasumber dari unsur Forkopimcam, yakni Camat Benjeng Nurul Fuad, Kapolsek Benjeng Hendrawan, serta Danramil Benjeng Kuntoko. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan berbagai perguruan silat yang berkembang di wilayah Kecamatan Benjeng, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Kera Sakti, Pagar Nusa, serta sejumlah organisasi bela diri lainnya.


Suasana pertemuan berlangsung dinamis namun tetap kondusif. Dalam sesi diskusi, para perwakilan perguruan silat menyampaikan berbagai masukan, pandangan, serta komitmen untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Para peserta menunjukkan sikap dewasa dalam menyampaikan pendapat, sehingga forum menjadi ruang komunikasi yang efektif antara pemerintah, aparat keamanan, dan komunitas bela diri.


Momentum tersebut dinilai penting mengingat perguruan silat memiliki basis massa yang cukup besar dan berperan strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.


Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga kondusivitas wilayah, seluruh perwakilan perguruan silat bersama Forkopimcam Benjeng melakukan penandatanganan deklarasi bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen kolektif seluruh elemen yang hadir untuk menolak segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, sekaligus memperkuat budaya persaudaraan antarperguruan maupun dengan masyarakat luas.


Dalam arahannya, Camat Benjeng Nurul Fuad menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan bela diri yang telah menunjukkan sikap kooperatif dan mendukung terciptanya situasi yang aman dan damai. 


Menurutnya, organisasi bela diri bukan hanya wadah pembinaan fisik dan mental generasi muda, tetapi juga merupakan aset sosial yang memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban umum serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.


Sementara itu, Kapolsek AKP Hendrawan dan Danramil Kapten ARH Kuntoko memberikan perhatian khusus terhadap agenda-agenda yang akan berlangsung menjelang peringatan 1 Suro, yang selama ini identik dengan berbagai kegiatan perguruan silat, termasuk pengesahan anggota dan kenaikan tingkat.


Keduanya mengimbau agar setiap kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar dapat dikoordinasikan secara matang dengan pemerintah desa, kecamatan, serta aparat keamanan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.


Melalui forum sinergitas ini, Pemerintah Kecamatan Benjeng berharap terbangun komunikasi yang semakin kuat antara Forkopimcam, pemerintah desa, dan seluruh perguruan silat. Dengan kolaborasi yang solid, Kecamatan Benjeng diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, damai, serta kondusif dalam menghadapi berbagai dinamika sosial kemasyarakatan, khususnya menjelang momentum 1 Suro yang kerap menjadi perhatian publik dan aparat. 


(Red)