Proyek Belum Beres Sudah Rusak Parah! CV Insan Makmur Kerja Apa Sebenarnya? Jalan Rp 4,6 Miliar di Jetis Jadi Aib Mojokerto.
MOJOKERTO // Mitra KSR (kumpulan Suara Rakyat) ***Karya "seni" buruk dari dunia konstruksi kembali terungkap di Kabupaten Mojokerto. Proyek pelebaran jalan standar ruas Parengan – Lakardowo, Kecamatan Jetis, yang menelan anggaran APBD 2026 sebesar Rp4.622.219.000,00, kini jadi bahan tertawaan sekaligus kemarahan warga. Alasannya sangat masuk akal: pekerjaan belum 100% selesai, tapi bagian yang sudah dikerjakan kondisinya sudah hancur lebur!
Fakta memilukan ini terekam jelas saat tim investigasi media turun ke lokasi, Rabu (3/6/2026). Di sepanjang ruas jalan dengan lebar 5,00 – 5,50 meter dan panjang 983 meter tersebut, terlihat jelas pengerjaan masih berlangsung. Namun, bagian rabat beton yang sudah selesai dicor dan dianggap jadi, pemandangannya sangat mengerikan.
Beton yang baru saja kering, belum sama sekali dilewati kendaraan bermotor, belum diinjak roda apa pun, bahkan belum ada aktivitas lalu lintas, kondisinya sudah retak-retak hebat, pecah berantakan, dan bergelombang di sana-sini. Lebih parah lagi, struktur Tembok Penahan Tanah (TPT) yang sudah dibangun, sebagian besar sudah ambruk dan rubuh sebelum sempat difungsikan.
Ini adalah bukti nyata betapa bobroknya kinerja CV Insan Makmur, kontraktor pelaksana yang diberi kepercayaan mengerjakan proyek strategis ini. Pertanyaan besarnya: kalau belum dipakai saja sudah rusak, bagaimana nanti kalau sudah dilalui kendaraan berat? Apakah langsung amblas jadi kubangan?
Kondisi rusak sebelum digunakan adalah indikator paling nyata bahwa pengerjaan ini sangat curang, asal jadi, dan jauh menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis yang ditetapkan. Diduga kuat campuran beton diencerkan seenaknya, material yang dipakai kualitas sampah, hingga pengecoran dilakukan tanpa perhitungan dan standar keamanan sedikit pun. Uang miliaran cair ke kantong, tapi hasilnya sampah jalanan!
Tak kalah memalukan, di mana peran pengawas dari instansi terkait? Bagaimana mungkin pengerjaan yang jelas-jelas salah dan buruk dibiarkan berlanjut? Apakah pengawas hanya datang saat upacara saja, atau memang sengaja memejamkan mata melihat kebobrokan ini?
Warga Kecamatan Jetis menuntut jawaban dan tindakan tegas. Proyek ini belum selesai, tapi kerusakan sudah merajalela. Apakah CV Insan Makmur akan membongkar ulang dan mengerjakan dengan benar, atau mereka akan membiarkan uang rakyat miliaran rupiah terbuang sia-sia untuk jalan rongsokan?
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Insan Makmur masih bungkam seribu bahasa. Sepertinya mereka sadar betul, karya mereka ini bukanlah infrastruktur, melainkan karya aib yang mempermalukan dunia konstruksi Mojokerto. Warga berhak menolak jalan murahan ini! (Tim)


