Bau Menyengat dan Serbuan Lalat Ganggu Belajar di MAN Kota Mojokerto, DLH Segera Tindak Lanjuti TPS Cinde Baru
MitraKSR//Mojokerto, 30 Juni 2026 – Keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Cinde Baru VIII, Kecamatan Prajurit Kulon, kembali memicu keluhan dari civitas akademika MAN Kota Mojokerto.
Lokasinya yang berdampingan langsung dengan ruang kelas dinilai tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga mengancam kesehatan lingkungan sekolah.
Para siswa melaporkan bahwa aroma menyengat dari tumpukan sampah terasa hampir setiap hari. Kondisi ini semakin parah saat musim hujan, di mana bau tersebut menyebar masuk ke dalam kelas dan sangat mengganggu konsentrasi belajar.
"Kami berharap TPS ini segera dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari lingkungan sekolah. Bau sampah sangat mengganggu konsentrasi belajar, apalagi saat hujan baunya luar biasa menyengat," ujar salah seorang siswa yang ruang kelasnya berada tepat di samping TPS.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pihak humas sekolah. Selain masalah bau, keberadaan TPS berdampak signifikan terhadap kebersihan area kantin. Lalat yang berasal dari tumpukan sampah kerap hinggap di area makan, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap higiene makanan yang dikonsumsi para siswa.
Civitas akademika MAN Kota Mojokerto Berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto untuk segera mengambil langkah nyata. mereka menilai kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan memerlukan relokasi TPS ke tempat yang lebih layak serta jauh dari fasilitas pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Kota Mojokerto belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak terkait apabila ingin menyampaikan penjelasan atau rencana tindak lanjut atas permasalahan ini.
(tim)

