Diduga Bertentangan dengan Permendikbud? Wali Murid SMAN 1 Puri Desak Transparansi Paket Seragam Rp1,4 Juta
Mitraksr/MOJOKERTO – Sejumlah wali murid baru di SMAN 1 Puri, Kabupaten Mojokerto, menyuarakan keberatan terkait kebijakan pengadaan perlengkapan seragam sekolah. Melalui koperasi siswa bernama "Castle Mart", orang tua diminta membeli paket seragam dengan total biaya mencapai Rp1.465.000 saat proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau penerimaan peserta didik baru.
Rincian paket tersebut meliputi kain seragam putih abu-abu dan pramuka (masing-masing satu stel), seragam batik, jas almamater, baju olahraga, serta atribut lengkap seperti ikat pinggang, topi, dasi, hasduk, dan badge. Bagi siswi muslimah, paket ini juga mencakup tiga buah jilbab khusus.
Nominal tersebut dinilai cukup memberatkan bagi sebagian besar keluarga, terutama di momen awal tahun ajaran baru yang bersamaan dengan pengeluaran untuk buku pelajaran dan alat tulis. Para wali murid berharap pihak sekolah menerapkan prinsip fleksibilitas dengan memberikan opsi pembelian mandiri.
"Kami berharap ada kebijakan yang lebih meringankan. Jika memang ada standar seragam, sebaiknya orang tua diberi kebebasan untuk membeli kain atau menjahit sendiri sesuai ketentuan sekolah. Dengan begitu, biayanya bisa disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing," ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Selain soal biaya, transparansi menjadi poin utama yang dipertanyakan. Para orang tua mendesak kejelasan apakah pembelian melalui koperasi tersebut bersifat wajib (mandatory) atau hanya fasilitas opsional. Mereka juga menyoroti potensi ketidaksesuaian dengan semangat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang melarang pembebanan biaya pendidikan di luar komponen yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya bagi sekolah negeri.
Hingga berita ini diturunkan, upaya klarifikasi kepada pihak SMAN 1 Puri belum membuahkan hasil. Saat wartawan mendatangi lokasi sekolah, Kepala Sekolah tidak berada di tempat dan sulit dihubungi. belum ada keterangan resmi dari manajemen sekolah maupun pihak koperasi "Castle Mart" terkait dasar penetapan harga dan mekanisme pengadaan tersebut.
Redaksi akan terus berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi guna memenuhi asas keberimbangan dalam pemberitaan. Masyarakat dan wali murid menunggu respons cepat dari pihak sekolah agar ketegangan di awal tahun ajaran dapat segera mereda.
(tim)

