Rumah Warga Desa Bangeran Dawarblandong Hampir Roboh Tidak Layak Huni Tak Kunjung Dapat Bedah Rumah

Gresik,  Mitraksr Nusantara | 26 Agustus 2026 , Kondisi memprihatinkan dialami Jamiatin (60), warga Desa Bageran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Rumah yang ditempatinya bersama keluarga hingga kini masih dalam kondisi tidak layak huni dan disebut belum mendapatkan program bantuan bedah rumah.


Jamiatin mengaku sebelumnya mendapat harapan bahwa rumahnya akan memperoleh bantuan bedah rumah pada 2026. Namun, menurut pengakuannya, bantuan tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa adanya penjelasan yang diterima pihak keluarga.


Kondisi rumah yang semakin memprihatinkan membuat Jamiatin diliputi kekhawatiran. Bagian atap rumah disebut sudah rapuh dan mengalami kebocoran ketika hujan turun.



  “Kalau hujan turun, rumah bocor semua dan tidak bisa ditempati dengan nyaman. Saya takut atapnya ambrol,” ujar Jamiatin.


Jamiatin merupakan seorang janda yang harus menghidupi keluarganya. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap dan selama ini mengandalkan penghasilan sebagai buruh tani di sawah milik orang lain.


Beban kehidupan Jamiatin semakin berat karena dua dari tiga anaknya disebut membutuhkan perhatian khusus. Kedua anak tersebut yakni Choirul Awang (47) dan Jainal Abidin (45).


Di tengah keterbatasan ekonomi, Jamiatin berharap pemerintah kembali memperhatikan kondisi rumah yang ditempatinya. Ia juga meminta adanya kejelasan mengenai bantuan bedah rumah yang sebelumnya diharapkan dapat diterimanya.



Jamiatin berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah dapat melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi rumahnya. Dengan demikian, kebutuhan perbaikan rumah dapat dipertimbangkan sesuai dengan ketentuan dan kriteria program bantuan yang berlaku.


Kondisi tersebut menjadi gambaran masih adanya warga yang membutuhkan perhatian untuk mendapatkan hunian yang aman dan layak. Jamiatin berharap tidak ada pembatalan bantuan tanpa penjelasan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang benar-benar membutuhkan.


Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Bageran maupun pihak terkait mengenai alasan pembatalan bantuan bedah rumah yang menurut pengakuan Jamiatin sebelumnya akan diterimanya. (Red)